Pendidikan vs romansa. It`s not good, Babyy! Oke. Mungkin
kalian engga setuju dengan pernyataan w. Mungkin kalian punya perspektif lain
yang bertentangan dengan w. Entahlah, terserah kalian. Kita punya kemerdekaan
berpikir dan berekspektasi sendiri.
Kita mulaiiiiii.........
W pikir, W di sekolahin Ibuk Abah ya untuk memperluas IPTEK N
Ilmu agama. 100% ini pikiran gue pas SD, SMP, till MA (karena w alumni Madrasah
Aliyah ahah). Pas masuk kuliah, wahhhhh!!! 100% itu turun drastis seiring
dengan berkembangnya hormon dan pembelahan sel menuju kedewasaan. Tujuan
mengenyam pendidikan tinggi serta mendengarkan beragam ceramah di pengajian, bukan
lagi (eh ENGGA MURNI LAGI) untuk memperluas ilmu agama dan pengetahuan. Uh stop
bacod!
Katakanlah YOU and I mulai tertarik ingin berpasangan, berpacaran
(butt, selama hidup gapernah ngalamin.. ntar aja w langsung nikah), bahkan pikiranku
ki wis kate rabi. ++NIKAH ITU ENAK(KATA TEMEN WOEY)++ . HADEH
LANJUTT..
DETIK ini.. kalian belajar di kelas.. melihat dia..
membayangkan dia..menstalker IG dia..atau mungkin sudah membuat janji untuk
bertemu..saling sapa.. tersenyum karena diajak telfonan ntar malem..sama dia..
orang yang kalian puja.. yang sering tersebut dalam iringan do`a.. begitu pikiran
kalian...sampe engga sadar bolpen kalian jatuh// ASU!
Tapi kalian engga paham satu hal, kalian engga fokus
pembicaraan dosen. Kalian mengabaikan beliau. Fix, kalian mengabaikan ilmu.
Ilmu yang akan dibawa untuk bekal masa depan. Ilmu yang akan kalian sampaikan
pada anak cucu begitupun penerusnya. Ilmu yang Ibuk & Abah kalian titipkan
lewat sangu dan kiriman bulanan. Tolonglahhh.. amanah. Setidaknya jumlah beras
dan asupan yang kalian makan di kos sama persis dengan jumlah huruf di catatan
kuliah.
{X}MANA yang katanya ingin berpendidikan tinggi? meraih
cita”? ingin mencerdaskan bangsa? (Atau sekedar) memerdekakan ekspektasi? Mana
yang katanya mau mewujudkan a million dreams? Enyahhhh sudah
Fokus kalian mencari ilmu buyar, karena satu hal yang begitu
di agungkan—yaitu CALON PASANGAN.
Ilmu dan romansa, engga bisa dijadikan pepatah “Menyelam
sambil minum air”. Enggak bisaa... ilmu yang berkah, insyaAllah bisa didapat
melalui belajar yang sungguh-sungguh. TANPA SELINGAN ROMANSA (entah pacaran,
etc). SUDA CUKUP. Mari mulai buka kembali Dream Book kalian, bersikaplah Khauf
wa Raja` insyaAllah tercapai. Mari fokus, belajar yang rajin, giat organisasi,
jangan mikir jodoh terus, dan mulai pantaskan diri–masalah jodoh Allah kasih
kok pada waktu yang tepatJ. Gampang. DAN TOLONG HILANGKAN SEBERSIT PIKIRAN “ Ah, aku
kuliah sambil nyari jodoh”. Tolong banget! W cumannnnn...
TAKUT ILMU YANG SUSAH PAYAH KITA DAPET MALAH ENGGA BERKAH.
MARI SAMA-SAMA UBAH HALUAN. AKU GINI-GINI JUGA BANYAK SALAH
DAN AIB. ALHAMDULILLAHNYA DITUTUPIN SAMA ALLAH. EHE.
Thanks for reading dis Ewh mindset. Kalau gak sepemikiran ya
no problem. Karena syaraf otak kita juga beda, darah kita beda. AKU-AKU, KAMU-KAMU berlaku kok. Aku darah merah
kamu darah biru.
Stop, wassalamu`alaikum;)