Selasa, 03 September 2019

SATU PERSEN KEHIDUPAN DI INSTAGRAM



Assalamu`alaikum. Welcome back with me guys! Anddd happy reading:*

Tonton video ini dulu, ya sist bro!
 

“Wahh cantik ya, dia!” Ganteng banget ini mah!” Parahhhh bt, ko dia mulus banget mukanya :)” ini cewek pinter banget ya!” Yaampun ko dia bisa ya dapetin itu!” dia kaya banget ga sihhh!” anak organisasi banget ini anak, keknya!” mereka best couple banget, njir!” Iri gue kok cowonya ganteng gitu sihh, perhatiaan bt.” Gue bisa ngga ya kayak dia?” dia kok bkeren ya bisa keluar negeri?’dia kann kayaa, aku enggak. Dia pinter, aku enggak. Dia rajin, aku suka rebahan. Dia glowing, aku buluq. Dia suka barang branded, aku mah serba 35 an. Dia rajin sholat, aku gini gini aja.

Oke, mungkin kalian pernah memiliki sekelebat pikiran atau bayangan tentang seseorang di instagram yang bikin kalian iri dan ingin menjadi dia saja. Bikin kalian enggak percaya diri, merasa rendah diri, kurang motivasi, bahkan kurang bersyukur atas nikmat diri. Paling parah, kalian sampai mengubah diri menjadi sosok “DIA” seperti di instastory akunnya.

Apa kalian sadar atas apa yang kalian lakukan? Sudahkah ber-metakognisi?!

Nampaknya BELUM.

 Saya juga pernah berada di posisi teman-teman. Bahkan merasa diri ini paling rendah, paling hina, paling tidak berharga, paling gabut diantara yang lainnya--Hanya gara-gara insta story dan feed instagram teman.

WKWK, mungkin waktu itu saya tidak berpikir dua kali mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada si “DIA”, tidak sadar bahwa kehidupan “DIA” bukan hanya di insta story nya. Mari berpikir matematis, kehidupan siang dan malam kita habiskan dalam 24 jam.  Sedangkan kehidupan di instagram hanyalah 15 detik untuk video, 2 detik untuk foto, dan 30 menit untuk siaran langsung (itupun HP kita jadi low bath). Lalu? Dengan kehidupan nyata yang 24 jam dibandingkan 30 menit 17 detik di instagram dia membuat kamu tidak menghargai diri sendiri?

KAMU DAN SAYA SALAH BESAR. Kehidupan “DIA” di instagram hanyalah “SATU PERSEN KEHIDUPAN” dia di dunia nyata. Kita engga paham 99 %  hidupnya dibuat apa. 

Soo, jangan terlalu berlebihan lah menilai orang lewat instagram. Aku, kamu, dan dia sama-sama punya kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dia mungkin kekurangan kamu. Begitupun sebaliknya.
Jujur, selama ini saya terlalu fokus pada kekurangan dan mengabaikan kelebihan diri. (kelebihan lu emang apa, Fid? Ewkwk).

Saya salah. Harusnya saya kembangkan kekurangan dengan  kelebihan saya. Bukannya meratapi kekurangan dan terkecoh akan instastory “DIA”. If so, Don`t give up! Tetangga sebelah memang hijau lahannya, apa salah kalau lahan kita full colour? Ehe. Semoga kita sama-sama berhasil nantinya KAWANNN!

Segini aja, wassalamu`alaikum.

IG: fida_hm