Sabtu, 18 April 2020

Fix, Gue Jomblo Aja Sampe..

Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh.

Hello, babe! I'm back. Siang gini gw mau sharing tentang pengalaman gw selama menjadi jomblowis 20 tahun ini. Haha, klise yah. Dahlah. Gw bahas aja, siapa tahu manfaat kan ya.  Enjoyyyy tsaaayyy! 

Ok, berdasarkan observasi yang dilakukan oleh Sudarsono (2017), status tanpa pasangan atau jomblo,  dewasa ini menjadi status yang bisa dikatakan tidak begitu menyenangkan sering menjadi bahan ejekan sehingga mereka yang berstatus jomblo perlu berusaha keras untuk mendapatkan pasangan (b ajasih kalo gw هاها). 

Stereotipe jomblo yang sering gw denger selama ini bwanyak banget,  beberapa yang masih melekat: 1)"Eh, lu jomblo terus, gaada yang naksir yah?" [Uh sorry, emang gaada kaliya? Wkw]; 2)"Emang selama ini lu gapernah suka gitu sama orang?" [Lukira gw mumi yg gabaperan?], 3)" umur lu 20 tahun tapi masih jomblo?" [Santwe lah]. Yaa intinya ngejek, nyindir, nertawain kejombloan gw. Dah terbiasa sih, terlanjur resisten dan nyaman.

Menjadi jomblo itu pilihan lho. Bisa bebas. Menikmati kesendirian. Bahagia. Tidak tertekan. Menghindari kemaksiatan. Takkan mendapat penghianatan. anddd Tidak merusak hakikat sebuah percintaan.

Soo, yang masi galau gundah merana karena jomblo. Saran gw jangan berlarut-larut dalam kesedihan. Belum tentu kalau kamu ambil jalan pacaran, then bahagia haha hihi, mending minta lamar sono maemunah.

Lanjut ke cerita gw ya.

Mm, gw udah mendoktrin diri gw buat ngjomblo sejak kecil sih. Karena apa? Gw takut sama ancaman abah gw misal gw kelihatan pacaran sama orang, terus ketemuan di jalan. Bayangin ajayah, pas gw umur 9 tahun (kelas 4 SD kalo gasalah), dikasih wejangan sama aba: "kalo pacaran, siap-siap betisnya dipotong kayak paha ayam, then gausah pulang kerumah". Intinya gitu, bhheh, takutlah gw. Anak 9 tahun dicekoki kata-kata begituan, auto kicep kicep sadis dong. Ahhah, of course ada alasan dong kenapa gw gadibolehin pacaran, mungkin ya untuk menghindari fitnah orang, pergaulan bebas, dan kemaksiatan. Bener ya ortu. Emang selalu bener si. Love mereka bt gw. 

Another reason gw memilih jomblo dan gapacaran banyak sih. Kalo yang diatas onoh, itu akar nya, serabut-serabut, batang, daun, bunga,dan buahnya, check it below! Kwkwk.

Pertama. Pacaran/komitmen/ragam bahasa sejenis ini jelas dilarang oleh Tuhan. uWu. Dah kek ustadzah gw. Namanya dilarang, ujung-ujungnya kita dosa kan ya ges ya? jangankan pacaran, dosa gw uda numpuk kek pasir-pasir di gurun woy! Hiks. Gw juga pernah denger, "Boleh melakukan kemaksiatan, asal jangan di alam semestanya Allah". Nancep di hati gw, berarti kita bener" ngga boleh pacaran lho ges, except, pacaran setelah nikah. Beda konten ya.

Kedua, bwanyak banget kisah romansa temen gw yang berujung sadessss. Ada yang dihianati. Ada yang ditinggal pas sayang-sayangnya. Ada yang ditinggal pas lagi butuh-butuhnya. Ada yang ditinggal karena nemu doi lain, uh dasar buaya. Bahkan, ada yang ditinggal tunangan. Yang ditinggal nikah? Ada jugaaa. Lengkap sudah. Walhasil, pengalaman temen-temen gw ini nih yang semakin memperkokoh dinding sel kejombloan gw. Azek. Ibarat tanaman nih, kalau terusterusan dipupuk nutrisi gapacaran, ya menjulang tinggi tanaman kejombloan ku ini. Huhuy, selain itu, gw trauma sama yang namanya "Perpisahan" gais, ada lah gausah gw jelasin eheh.

Ketiga, menurut gw pacaran itu mendahului atau bahkan melawan takdir. Setahu gw, yang namanya jodoh dan rezeki itu sudaa tertulis di Laul Mahfuz. Apapun yang terjadi pada diri kita udah ditentuin. Masalah hasil, tergantung, usaha kita kayak begimana. Pada akhirnya, Tetep Allah yang nentuin. Dah poko fokus usaha, tikung dia di sepertiga malam atau awal fajar. InsyaAllah dah, Dia tetep sama yang lain. Eh, becanda xixi. Sapa tahu jodoh lu sekelas (isi sendiri). Gw aamiin in.

Keempat. Gw gamau merusak fitrah cinta. Azyek. Cinta itu fitrah lahiriah wal batiniah. Bohong kalo gw gapernah mengalaminya, cuman gw pendem sih. Biarin aja ntar ada waktunya. Untuk sekarang, gw masih belajar mencintai diri sendiri, menerima kekurangan diri dan body, dan wajib memperbaiki diri. Iyalah, harus. Semoga gw dan pembaca yang suka halu ini dikasih jodoh terbaik sama Allah, terbaik untuk kita sendiri, terbaik untuk keluarga bangsa dan negara. Aamiin.

Kelima. Gw kan cewe yah. Pasti nanti jadi ummah kan? Misal, gw punya anak ntar, terus  mau ngasi wejangan ke anak gw untuk tidak pacaran sampai ada ikatan halal. Pastinya gw obrok-obrok anak gw untuk ini itu. Nah, kan selama ini gw ngejomblo sampai halal (READER TOLONG AAMIIN IN YA, BIAR GW KUAT IMAN, TEGUH HATI TIDAK PACARAN SAMPAI ADA IKATAN HALAL), bukankah itu menjadi perisai untuk menasehati anak" kita nanti? (Anak siapa fid, ehe).

Gw rasa udah cukup kerandoman gw sampe sini. Nikmat dan kebahagiaan tanaman jomblo gw buahnya belum bisa dipetik sekarang, hanya harum bunganya yang tercium. 

Teruntuk teman-teman yang terlanjur pacaran, putusin sekarang, pinang dia. Doi butuh kepastian bukan haluan Maemuddin!

Teruntuk teman-teman yang jomblo atau geng halu, selamat menikmati kesendirian. Jomblo bukan penyakit, jangan mempersulit, ayo buktikan bahwa Kita yang terbaik! 

Semoga kalian sehat-sehat saja dirumah, terhindar dari psikosomatis akibat jomblo menahunis.

That's all, k thx bye!

Wassalamu'alaikum.

Daftar pustaka:
Sudarsono, Sony Christian. 2017. Diskreditisasi dan resistensi jomblo yang terpresentasi dalam wacana meme humor. Seminar Tahunan Linguistik. 416-419.



Sabtu, 04 April 2020

Corona ada untuk diambil Pesan Cinta-Nya

~
Hallo corona
Hadirmu tak terduga
Datangmu untuk siapa dan untuk apa
Manusia bumi tak mengerti apa-apa
Seolah papa, haha
Bukannya manusia memang papa?
Benar adanya, manusia papa, karena tugas kami hanya menerima
Menerima dan mengambil pesan cinta-Nya
~
Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarokatuh.

  Selamat hari ahad everyone! Saya kembali, memenuhi kegabutan, biar ga dikira 'kacang lupa kulitnya' sama si blogspot karena saking lamanya ganulis. Mau ngucapin terimakasih sama Ust. Rezha Rendy (penulis buku Pesan Cinta-Nya) karena judul bukunya menginspirasi Saya untuk mengkaji lebih dalam pesan cinta-Nya akan kehadiran si gumush corona, eh-

  Jujur, ini pertama kali Saya dan para reader mungkin yah ?! menghadapi yang namanya  isolasi, berdiam diri, work from homie, ea. Literally ga kemana-mana dari rumah. Kelakuan dirumah yagitu-gitu aja, baca buku (hasil pinjem sih, hahah), nugas, kuliah online, nyuci, nyapu, masak, dengerin podcast (TED), buka" IG, youtube, nonton tv, mandi, makan, rebahan, REPEAT [kaya judul lagu nih hihih]. Bahkan konsul ke dosen aja lewat WA, kerkel lewat WA, tatap muka-praktikum pake platform BBB/Zoom/Google meet. Serasa gerak cuma dari dapur, KM, kasur, depan TV, itu doang.

  Biasanya nih, kalo buka WA IG Utube, banyak banget temen-temen suka posting cara pencegahan virus, penularan virus, dampak virus corona, etc. Terimakasih semuaaaaahhhh, postingan qelean bermanfaat sekali untuk Saya, meskipun beberapa ada yang hoax(ininih perlu dikasi edukasi bersosial media, including me),  ehe.

    Karena judul tulisan Saya udah gitu, Saya mulai dari sisi ilmu pengetahuan ya. Orang-orang yang awalnya nggapaham tentang apa itu virus, komponen virus, bagaimana cara mencegah penyebaran virus,  cara agar terhindar dari virus, cara naikin imun n blaablah, akhirnya  semua tahu. Bahkan istilah-istilah dan singkatan-singkatan yang berkaitan dengan corona virus mungkin udah pada tahu semua, misalnya  pandemi, ODP, PDP, suspect, positive, negative, etc. Poin plus wabah ini menjadikan orang-orang paham virus dalam waktu singkat. Sadar atau tidak, mencari tahu/googling tentang dunia pervirusan merupakan salah satu jalan mencari ilmu. Bukankah mencari ilmu itu salah satu perintah-Nya? 

Lanjut

  Healthy side. Ehe, Saya bukan dari keluarga tenaga medis, pola hidup juga tidak terlalu sehat. Sebagai warga pendidikan biologi, sedikit banyak Saya paham bagaimana cara hidup sehat, cara menjaga diri agar tidak terpapar virus. Tapi saya jarang mengamalkan kepahaman itu, seringkali mengabaikan. Misalnya jarang cuci tangan tiap habis/mau  pegang sesuatu, salah satu penganut " Makan aja, belum lima menit jatoh", olahraga cuma sekali seminggu (itupun kalo GAmager), sangat suka makanan instan. Astagfirullah sekali kan pola hidup saya? Alhamdulillahnya, kebiasaan buruk saya sedikit berubah karena adanya corona. Jujur saya parno sama si Corona. Sekarang jadi sering cuci tangan, ngurangi makanan instan, banyakin makan sayuran, minum jahe anget( Kalo aku sih sak jahenya tak makan :D), sering gerakin badan, dannnn nambah waktu rebahan wkkw. Kalian bisa ngelakuin banyak hal untuk menjaga kesehatan, bisa kalian akses lewat ig dr. Zaidul Akbar atau lewat jurnal (bisa kalian akses sendiri di goog.scholar / goog. Cendekia)

 Ok, sekarang tentang lingkungan. Bumi manusia mungkin berbahagia sekarang, dikasi waktu berbenah oleh Tuhan. Polusi udara yang mengotori awan, kini sudah berkurang. Salah satunya di Jakarta si kota metropolitan, Saya tahu keadaan ini lewat Whatsapp story teman, langitnya udah bagus menawan. Satu lagi, sampah plastik berkurang, Saya ambil contoh di tempat wisata dan pemandangan. Penutupan tempat-tempat tersebut, auto mengurangi sampah bukan? 

  Social. Social distancing, eh sekarang physical distancing. Awalnya diperintah menghindari kerumunan, eh sekarang diperintah untuk tidak berpegangan satu sama lain (layaknya Kamu dan Dia yang ga berperasaan atas diriku seorang). Apasih wkkw. Kehadiran corona, mengembalikan adab bersosial yang baik dan sopan. Adat nenek moyang saat bertemu teman, guru, saudara, dan ° mantan° (eh) untuk bersalaman khas Indonesia mulai diterapkan. Kontak antar laki-laki dan perempuan, khususnya yang belum halal mulai berkurang, woyajelas ini mengurangi kemaksiatan. Anjuran untuk #dirumahsaja menuntut orang-orang tertentu beraktivitas dirumah. Aktivitas dirumah akan menghidupan kembali rumah-rumah yang dulunya jauh dari kedamaian, keluargaa yang dulunya bersinggungan kini maaf-maafan, anak yang merasa kurang kasih sayang kini mulai diperhatikan. Teruntuk yang tidak bisa menciptakan pertemuan, khususnya yang berada di perantauan, jangan pulang, rindu memang tak berkesudahan, mungkin ini jalan Tuhan untuk Skype-an.

  Tentang uang dan perekonomian. Curse rupiah ke dollar  meningkat, per Dollar US berkisar Rp 17.000,- an. Libur sekolah dan kuliah, pembatasan akses  ekspor impor, ditutupnya lokasi wisata berimbas pada tenaga kerja yang meraup keuntungan lewat jalan-jalan tersebut. Sebut saja OJOL, pedagang kecil-kecilan di sekolah, penjual asongan-koran, dan lain-lain. Orang-orang tersebut makan dengan penghasilan harian. In maduranese, "Ngarkar, e colpek setiah kiyah", artinya Nyari uang untuk dimakan sekarang juga. Ngga bisa bayangin kalo pandemi ini berkelanjutan.  Allah rahman.~~~~

Dahlah, segitu aja tulisan Saya. Semoga yang baca tulisan, tergerak hatinya mengikuti  anjuran pemerintah nan ulama', untuk aktivitas #dirumah saja. Kalau terpaksa keluar dan gabisa diwakilkan, silahkan, tapi ikuti syarat dan anjuran.
~
Tuhan,
Jika corona, Engkau hadirkan untuk menuntas kesombongan, tolong kami untuk segera sadar.
Bulan suci kami akan datang, tarawih tadarusan kami rindukan, tolong kami, corona habiskan.
Stay safe, stay healthy, stay at home everyone!

Wassalamu'alaikumwarahmatullah.