Sabtu, 04 April 2020

Corona ada untuk diambil Pesan Cinta-Nya

~
Hallo corona
Hadirmu tak terduga
Datangmu untuk siapa dan untuk apa
Manusia bumi tak mengerti apa-apa
Seolah papa, haha
Bukannya manusia memang papa?
Benar adanya, manusia papa, karena tugas kami hanya menerima
Menerima dan mengambil pesan cinta-Nya
~
Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarokatuh.

  Selamat hari ahad everyone! Saya kembali, memenuhi kegabutan, biar ga dikira 'kacang lupa kulitnya' sama si blogspot karena saking lamanya ganulis. Mau ngucapin terimakasih sama Ust. Rezha Rendy (penulis buku Pesan Cinta-Nya) karena judul bukunya menginspirasi Saya untuk mengkaji lebih dalam pesan cinta-Nya akan kehadiran si gumush corona, eh-

  Jujur, ini pertama kali Saya dan para reader mungkin yah ?! menghadapi yang namanya  isolasi, berdiam diri, work from homie, ea. Literally ga kemana-mana dari rumah. Kelakuan dirumah yagitu-gitu aja, baca buku (hasil pinjem sih, hahah), nugas, kuliah online, nyuci, nyapu, masak, dengerin podcast (TED), buka" IG, youtube, nonton tv, mandi, makan, rebahan, REPEAT [kaya judul lagu nih hihih]. Bahkan konsul ke dosen aja lewat WA, kerkel lewat WA, tatap muka-praktikum pake platform BBB/Zoom/Google meet. Serasa gerak cuma dari dapur, KM, kasur, depan TV, itu doang.

  Biasanya nih, kalo buka WA IG Utube, banyak banget temen-temen suka posting cara pencegahan virus, penularan virus, dampak virus corona, etc. Terimakasih semuaaaaahhhh, postingan qelean bermanfaat sekali untuk Saya, meskipun beberapa ada yang hoax(ininih perlu dikasi edukasi bersosial media, including me),  ehe.

    Karena judul tulisan Saya udah gitu, Saya mulai dari sisi ilmu pengetahuan ya. Orang-orang yang awalnya nggapaham tentang apa itu virus, komponen virus, bagaimana cara mencegah penyebaran virus,  cara agar terhindar dari virus, cara naikin imun n blaablah, akhirnya  semua tahu. Bahkan istilah-istilah dan singkatan-singkatan yang berkaitan dengan corona virus mungkin udah pada tahu semua, misalnya  pandemi, ODP, PDP, suspect, positive, negative, etc. Poin plus wabah ini menjadikan orang-orang paham virus dalam waktu singkat. Sadar atau tidak, mencari tahu/googling tentang dunia pervirusan merupakan salah satu jalan mencari ilmu. Bukankah mencari ilmu itu salah satu perintah-Nya? 

Lanjut

  Healthy side. Ehe, Saya bukan dari keluarga tenaga medis, pola hidup juga tidak terlalu sehat. Sebagai warga pendidikan biologi, sedikit banyak Saya paham bagaimana cara hidup sehat, cara menjaga diri agar tidak terpapar virus. Tapi saya jarang mengamalkan kepahaman itu, seringkali mengabaikan. Misalnya jarang cuci tangan tiap habis/mau  pegang sesuatu, salah satu penganut " Makan aja, belum lima menit jatoh", olahraga cuma sekali seminggu (itupun kalo GAmager), sangat suka makanan instan. Astagfirullah sekali kan pola hidup saya? Alhamdulillahnya, kebiasaan buruk saya sedikit berubah karena adanya corona. Jujur saya parno sama si Corona. Sekarang jadi sering cuci tangan, ngurangi makanan instan, banyakin makan sayuran, minum jahe anget( Kalo aku sih sak jahenya tak makan :D), sering gerakin badan, dannnn nambah waktu rebahan wkkw. Kalian bisa ngelakuin banyak hal untuk menjaga kesehatan, bisa kalian akses lewat ig dr. Zaidul Akbar atau lewat jurnal (bisa kalian akses sendiri di goog.scholar / goog. Cendekia)

 Ok, sekarang tentang lingkungan. Bumi manusia mungkin berbahagia sekarang, dikasi waktu berbenah oleh Tuhan. Polusi udara yang mengotori awan, kini sudah berkurang. Salah satunya di Jakarta si kota metropolitan, Saya tahu keadaan ini lewat Whatsapp story teman, langitnya udah bagus menawan. Satu lagi, sampah plastik berkurang, Saya ambil contoh di tempat wisata dan pemandangan. Penutupan tempat-tempat tersebut, auto mengurangi sampah bukan? 

  Social. Social distancing, eh sekarang physical distancing. Awalnya diperintah menghindari kerumunan, eh sekarang diperintah untuk tidak berpegangan satu sama lain (layaknya Kamu dan Dia yang ga berperasaan atas diriku seorang). Apasih wkkw. Kehadiran corona, mengembalikan adab bersosial yang baik dan sopan. Adat nenek moyang saat bertemu teman, guru, saudara, dan ° mantan° (eh) untuk bersalaman khas Indonesia mulai diterapkan. Kontak antar laki-laki dan perempuan, khususnya yang belum halal mulai berkurang, woyajelas ini mengurangi kemaksiatan. Anjuran untuk #dirumahsaja menuntut orang-orang tertentu beraktivitas dirumah. Aktivitas dirumah akan menghidupan kembali rumah-rumah yang dulunya jauh dari kedamaian, keluargaa yang dulunya bersinggungan kini maaf-maafan, anak yang merasa kurang kasih sayang kini mulai diperhatikan. Teruntuk yang tidak bisa menciptakan pertemuan, khususnya yang berada di perantauan, jangan pulang, rindu memang tak berkesudahan, mungkin ini jalan Tuhan untuk Skype-an.

  Tentang uang dan perekonomian. Curse rupiah ke dollar  meningkat, per Dollar US berkisar Rp 17.000,- an. Libur sekolah dan kuliah, pembatasan akses  ekspor impor, ditutupnya lokasi wisata berimbas pada tenaga kerja yang meraup keuntungan lewat jalan-jalan tersebut. Sebut saja OJOL, pedagang kecil-kecilan di sekolah, penjual asongan-koran, dan lain-lain. Orang-orang tersebut makan dengan penghasilan harian. In maduranese, "Ngarkar, e colpek setiah kiyah", artinya Nyari uang untuk dimakan sekarang juga. Ngga bisa bayangin kalo pandemi ini berkelanjutan.  Allah rahman.~~~~

Dahlah, segitu aja tulisan Saya. Semoga yang baca tulisan, tergerak hatinya mengikuti  anjuran pemerintah nan ulama', untuk aktivitas #dirumah saja. Kalau terpaksa keluar dan gabisa diwakilkan, silahkan, tapi ikuti syarat dan anjuran.
~
Tuhan,
Jika corona, Engkau hadirkan untuk menuntas kesombongan, tolong kami untuk segera sadar.
Bulan suci kami akan datang, tarawih tadarusan kami rindukan, tolong kami, corona habiskan.
Stay safe, stay healthy, stay at home everyone!

Wassalamu'alaikumwarahmatullah.

1 komentar: