Selasa, 13 Maret 2018

Guru killer lebih baik!!!

                                                            Guru killer lebih baik!!

Okay, Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh...
Aloha, untuk para readers, semoga opini saya bermanfaat untuk kita semua. Ohiya, opini ini muncul setelah membaca berita di liputan6.com yang berjudul "Siswa Pembunuh Guru Divonis 6 Tahun Penjara". Uhhhh, merinding dehh baca itu. Langsung aja yaaaa, yuk kita baca isi hatiku dan pikiranku terkait masalah tersebut dengan judul yang udah terpampang nyata diatas sana. Ehehehehe. Sebelumnya, kalian wajib baca berita tersebut yaa, biar nyambung sama opiniku.
Begitu miris mendengar seorang guru (yang katanya digugu dan ditiru) malah dibunuh siswanya yang masih dibawah umur. Sangat tidak pantas jikalau seorang siswa yang hanya diberi tugas enteng malah membunuh gurunya. Kisah anak tersebut sangat bertolak belakang dengan kisah saya sewaktu masih di SD dan SMP. Dimana waktu itu, jika diberi tugas kemudian tidak mengumpulkan pada hari pengumpulan, akibatnya saya akan mendapat cubitan dan jeweran. Respon saya ya biasa saja, tidak sampai melapor ataupun melawan bahkan membunuh, karena saya sadar diri bahwa dalang dibalik penerimaan cubitan ialah perilaku saya sendiri.
Dewasa ini, etika para siswa semakin menurun ditengah canggihnya peradaban. Siapa yang salah? Semua orang kebingungan menjawab siapa yang salah. Negara kita tidak butuh saling menyalahkan. Yang dibutuhkan hanyalah kesadaran. Kesadaran untuk membentuk etika siswa yang lebih baik.
Orang yang pantas merubahnya ialah seorang guru. Seseorang yang menjadi suri teladan para siswanya. Sosok panutan para siswanya. Seorang yang berwibawa. Wibawa!? Pada kenyataannya, guru yang dianggap berwibawa oleh para siswa ialah guru berinisial guru killer. Dalam tanda kutip tidak mematikan seperti bisa ular ya para reader. Maksud saya, guru killer namun mengasyikkan. Ituloh Guru yang suka bikin detak jantung kita seirama dengan suara gesekan sepatu dan lantai. Ehehehe, becanda.
Keterkaitan guru killer dengan etika siswa ialah jika seorang guru memiliki tampak atau wibawa yang cenderung killer, tentu siswa-siswanya sadar diri untuk menghormati, patuh, tidak berani melawan, bahkan mungkin membunuh ketika diberi tugas. Maka dari itu, inisial guru killer ini lebih baik diterapkan oleh semua guru ataupun calon guru biologi seperti saya. Agar kenapa? Agar siswa siswi atau murid kalian menghormati kalian sebagai gurunya. Serta, wibawa kalian tidak diinjak-injak seperti kasus di Sampang, Madura. Semoga kasus ini tidak terjadi lagi di masa mendatang. Semoga saran saya juga bermanfaat untuk kalian para guru yang terhormat dan teman-teman calon guru.
Sekian dari saya. Terimakasih sudah membaca atau bahkan hanya mengunjungi. Jika kalian satu pemikiran dengan saya, bagus deh. Jika tidak yaaa, no problem. Yang kontra, kalian bisa comment juga dibawah. Oke? Bhabahai...
Wassalamu'alaikum Waeohmatullahi Wabarokatuh...




Tidak ada komentar:

Posting Komentar